Meramal Masa Depan APEC

Kondisi perekonomian global yang dinamis menuntut APEC memperkuat kerja sama ekonomi anggotanya.

Indonesia Inc

Presiden harus menjadi Chief of Business Development (CBD).

Warisan Utang

Utang memang sudah ada sejak negara ini berdiri. Utang ini terus menyertai sejarah perjalanan Indonesia.

25 March, 2011

Memprediksi Tsunami Menggunakan Ethologi

Gelombang air laut mahadahsyat menghantam wilayah timur laut Jepang pada Jumat (11/3). Gempa sebesar 8,9 Skala Richter memicu gelombang tsunami, membuat air laut seolah tumpah ke darat dan menyeret apa pun yang berada di hadapannya. Siaran stasiun televisi Jepang NHK memperlihatkan air laut menerjang segala yang ada di pelabuhan, lahan pertanian, jalan, hingga gedung-gedung di perkotaan. Tsunami itu menjadi salah satu bencana terdahsyat di Negeri Sakura.

Meski banyak versi tentang jumlah korban jiwa, namun media-media di Jepang menyebut korban jiwa bisa mencapai ribuan orang, belum termasuk korban yang masih tertimbun. Bantuan kemanusiaan dan regu penyelemat dari berbagai dunia, termasuk Indonesia, berduyun-duyun masuk ke Jepang. Bencana di Jepang ini membuat seluruh dunia ikut waspada. Setidaknya ada 20 negara yang memberlakukan ‘waspada tsunami’ di wilayahnya masing-masing. Beberapa jam setelah gempa di Jepang, tsunami juga ikut mampir di Papua, menyeret rumah-rumah nelayan.

Di tengah keprihatinan atas bencana yang merenggut korban nyawa dan materi yang amat banyak, muncul kekhawatiran lain. Gempa juga telah menyebabkan kebocoran atap bangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi yang terletak tidak jauh dari Kota Sendai atau sekira 250 kilometer di utara Tokyo. Semua warga yang tinggal dalam radius 20 kilometer dari PLTN langsung diungsikan untuk mencegah dampak radiasi. Kondisi itu membuat sejumlah pihak khawatir bencana radiasi nuklir di Chernobyl, Uni Sovyet, pada 1986 silam kembali terulang di Jepang.

Jepang dianggap sebagai satu-satunya negara yang memiliki mitigasi dan langkah antisipasi paling baik dalam menghadapi berbagai bencana. Jepang merupakan negara kepulauan yang berada dalam wilayah bencana. Kondisi itu membuat Jepang memiliki infrastruktur dan teknologi yang baik dalam mengadapi bencana, khususnya gempa. Hampir seluruh gedung di Jepang berteknologi tahan gempa, alat deteksi tsunami dan gempa ada di mana, dan tak terhitung lagi ilmuwan yang mempelajari gempa.

Kerusakan dan korban jiwa yang dialami Jepang akibat tsunami membuktikan bahwa kesiapan dalam menghadapi bencana sangat penting untuk dimiliki negara mana pun. Salah satu kunci untuk meningkatkan kesiapan dan mengurangi dampak kehancuran akibat tsunami adalah sistem peringatan dini (early warning system). Semakin cepat peringatan tsunami didapat, semakin minim jumlah korban jiwa dan kerusakan yang ditimbulkan. Sistem peringatan dini sebagain besar menggunakan teknologi canggih yang berbiaya tinggi, ada salah satu bagian alatnya yang harus ditempatkan di dasar lautan.

Salah satu alternatif untuk memprediksi datangnya tsunami adalah ethologi, yakni ilmu yang mempelajari gerak-gerik atau tingkah laku hewan di lingkungan alam dan di lingkungan lain dimana hewan tersebut bisa hidup. Penggunaan ethologi untuk memprediksi gempa dan tsunami belum diterima secara luas oleh para peneliti. Sebagian menganggap tingkah laku hewan tidak memiliki hubungan dengan datangnya gempa dan tsunami, bahkan ada yang menganggap tingkah laku abnormal hewan sebelum tsunami hanyalah anekdot.

Meski demikian, setiap kejadian tsunami dan gempa dilaporkan selalu didahului atau diiringi oleh perilaku abnormal hewan. Situs berita Kompas.com pada Sabtu (12/3) memberitakan, bencana tsunami yang melanda Jepang dan perairan Samudera Pasifik ditengarai telah menyebabkan ikan bermigrasi sampai di Samudera Indonesia atau dikenal dengan Samudra Hindia. Sehari pascatsunami di Jepang, para nelayan pantai selatan Kulon Progo justru panen ikan. Beberapa nelayan yang melaut mendapatkan tangkapan yang cukup banyak.

Sekitar 80 persen gempa di Jepang memang terjadi di tengah lautan. Hal ini menyebabkan terjadinya perilaku abnormal pada ikan. Spesies ikan yang biasa hidup di lautan dingin yang dalam dapat tertangkap oleh nelayan di perairan yang dangkal dan hangat beberapa saat sebelum terjadinya gempa. Ikan memiliki sensitivitas tinggi terhadap variasi medan elektrik yang terjadi sebelum gempa. Sensitivitas seperti ini memungkinkan beberapa hewan untuk dapat mendeteksi gas radon yang dikeluarkan dari tanah sebelum gempa.

Tingkah laku hewan sebelum terjadi gempa dan tsunami juga tercatat dalam beberapa bencana besar. Salah satunya ketika tsunami yang menghantam Aceh, Thailand, dan Srilangka pada 2004 silam. Kantor berita Reuters melaporkan, Taman Nasional Yala di Srilangka telah dipenuhi oleh mayat manusia, namun tidak satu pun ditemukan bangkai-bangkai hewan. Taman Nasional Yala merupakan rumah bagi 200 ekor gajah asia, leopard, rusa, dan hewan liar lainnya.

Gelombang tsunami yang menerjang Srilangka sama sekali tidak membunuh hewan-hewan yang terdapat di daerah tersebut. Seorang staf di Taman Nasional Yala mengatakan bahwa tidak ada gajah yang mati, bahkan tidak ditemukan bangkai hewan kecil seperti kelinci sekalipun, hewan memiliki indera keenam dan dapat merasakan gejala suatu bencana.

Di pantai Khao Lak, Thailand, gajah-gajah tunggang yang sedang dinaiki turis terlihat gelisah dan berlarian ke arah bukit. Beberapa saat sebelum datangnya gelombang, gajah ini terus menerus bersuara dan gelisah (agitated). Mereka ini kembali tenang dan tidak bersuara setelah berada di bukit. Setelah itu, muncul gelombang tsunami yang menghantam pantai sejauh satu kilometer. Gajah-gajah yang ditunggangi turis itu pun selamat dan tidak tersentuh gelombang. Gajah ini telah menyelamatkan sejumlah turis asing dari gelombag tsunami.

Ensiklopedia bebas Wikipedia menjelaskan, istilah ethologi diturunkan dari bahasa Yunani. Pertama kali istilah ini diperkenalkan dalam bahasa Inggris William Morton Wheeler pada 1902. Ilmuwan lainnya, John Stuart Mill, menganjurkan ethologi agar dikembangkan menjadi cabang sains baru. Etologi dapat dibedakan dengan psikologi komparatif yang juga mempelajari perilaku hewan, namun menguraikan studinya sebagai cabang psikologi.

Hewan memiliki tingkah laku yang terlihat dan saling berkaitan secara individual maupun kolektif. Berbagai macam tingkah laku hewan merupakan cara bagi hewan tersebut untuk berinteraksi secara dinamik dengan lingkungannya. Tingkah laku yang dimiliki oleh berbagai macam hewan telah melahirkan bidang ilmu tersendiri bernama ethologi. Kepercayaan yang mengatakan bahwa hewan dapat merasakan gejala alam dan gempa telah ada sejak berabad-abad yang lalu. Pada tahun 373 SM, sejarawan mencatat hewan seperti tikus, ular, dan musang telah meninggalkan kota Helis di Yunani beberapa hari sebelum terjadinya gempa yang menghancurkan kota tersebut.

Para ethologis mempelajari fisiologi perilaku dengan metode analisa dan morfologi perilaku dengan metode komparatif. Konrad Z. Lorenz dianggap sebagai Bapak Ethologi Modern. Lorenz merumuskan bahwa perilaku hewan, adaptasi fisiknya, merupakan bagian dari usahanya untuk hidup. Dalam ethologi diakui bahwa perilaku hewan timbul berdasarkan motivasi, hal ini menunjukan bahwa hewan mempunyai emosi. Ethologi erat kaitannya dengan bidang ilmu lain seperti geologi karena ada beberapa perilaku hewan yang dapat menunjukan akan terjadinya suatu gempa atau tsunami.

Meskipun demikian, beberapa ahli geologi di Amerika masih bersikap skeptis dalam melihat fenomena tingkah laku hewan sebelum terjadinya tsunami. Andi Michael, seorang ahli dari United States Geological Survey (USGS) menganggap bahwa tingkah laku abnormal hewan yang terlihat sebelum terjadinya tsunami ini hanyalah sebuah anekdot. USGS menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara perilaku hewan dengan terjadinya gempa. Pada tahun 1970-an, USGS pernah melakukan penelitian tentang prediksi gempa melalui pengamatan perilaku hewan, namun tidak ada hasil nyata dari penelitian.

David Jay Brown dalam artikelnya yang berjudul Etho-Geological Forecasting menulis, fenomena terjadinya perilaku yang tidak lazim pada hewan sebelum terjadinya gempa dapat dijelaskan dengan berbagai teori, di antaranya teori untrasound pergerakan bumi, teori gas sebelum gempa, dan teori medan magnet bumi. Sebagian besar hewan memiliki kapasitas pendengaran yang melebihi manusia, contohnya kucing dan anjing bisa mendengar getaran suara hingga 60.000 Hertz, sedangkan manusia hanya hingga 20.000 Hertz. Hewan dapat memberikan reaksi terhadap pancaran suara ultra (ultrasound) getaran microseisms dari patahan batuan.

Beberapa peneliti memperkirakan hewan-hewan dapat merespon gas radon atau gas lain yang dikeluarkan dari dalam bumi sebelum gempa. Diketahui pula bahwa dalam kondisi geologi tertentu, konsentrasi gas seperti metana di dalam tanah dapat berubah sedikit. Gas juga kadang-kadang dilepaskan dari tanah selama gempa bumi. Sebagian besar hewan memiliki indera penciuman yang tajam dibanding manusia terhadap beberapa jenis gas. Hewan-hewan sering dilaporkan bertingkah ketakutan sebelum letusan gunung berapi.

Hidung anjing sekitar satu juta kali lebih sensitif daripada manusia, dan beberapa serangga, seperti ngengat (silk moth) memiliki kemampuan luar biasa penginderaan luar biasa. Sebagai contoh, pada saat kawin, ngengat betina menghasilkan kurang dari sepersejuta gram molekul sex attractant yang disebarkan oleh angin, lalu sinyal ajakan kawin (mating signal) itu bisa ditangkap dengan antena sensitif ngegat jantan tujuh mil jauhnya. Sebuah molekul saja sudah cukup menarik ngengat jantan untuk mengejar betina.

Fluktuasi medan magnet bumi dapat menyebabkan perilaku abnormal pada hewan. Beberapa hewan memiliki sensitivitas terhadap variasi medan magnet bumi yang terjadi di dekat pusat gempa (epicenter). Perubahan medan magnet bumi dapat mempengaruhi proses migrasi burung-burung dan menganggu kemampuan navigasi ikan. Selain itu, ion-ion yang bermuatan dapat keluar sebelum terjadinya gempa, hal ini menyebabkan partikel ion yang bermuatan listrik dapat merubah pemancar gelombang syaraf (neurotransmitter) dalam otak hewan.

Dari beberapa teori itu menunjukkan bahwa sistem peringatan dini dengan menggunakan ethologi perlu dipertimbangkan meski memerlukan pengembangan dan penelitian lebih lanjut. Cina telah menjadi pioner dengan mendirikan stasiun percobaan untuk memprediksi terjadinya gempa bumi menggunakan observasi biologi di Provinsi Xingtai pada tahun 1968. Jika sistem ini telah teruji dan berkembang dengan baik, maka sistem ini dapat menghemat biaya dalam membeli berbagai instrumen dan peralatan untuk memprediksi gempa. Indonesia kaya akan fauna, sehingga bisa turut mengembangkan prediksi tsunami memakai ethologi ini.

09 January, 2011

Meramal Masa Depan APEC

Dalam beberapa pekan terakhir, Asia Timur menjadi pusat perhatian para ekonom, analis, dan para penentu kebijakan dari berbagai dunia. Alasannya, dua kota di kawasan ini menggelar hajatan pertemuan ekonomi besar dunia, yaitu Group of 20 (G20) di Seoul, Korea Selatan, dan Kerja Sama Ekonomi Negara-Negara Asia Pasifik (APEC) di Yokohama, Jepang.

Dua konferensi itu digelar dalam waktu yang hampir bersamaan. Konferensi APEC di Yokohama 13-14 November 2010 cukup mendapat perhatian dunia. Wajar, usia APEC sudah lebih dari dua dekade dan terus mengadakan pertemuan rutin. Asia Pasifik memang menjadi salah kutub perekonomian dunia, khususnya dalam lima tahun terakhir.

Distrik Minato Mirai di kota pelabuhan Yokohama yang bersuhu 16 derajat celcius menjadi lokasi pertemuan 21 kepala negara anggota APEC pada Sabtu (13/11), termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, membahas perkembangan perekonomian dunia, salah satunya perdagangan bebas terbuka, topik yang selalu menjadi isu APEC sejak pertemuan di Bogor pada 1994 silam.

Pertemuan APEC 1994 di Bogor menghasilkan Bogor Goals yang isinya berupa komitmen untuk mencapai perdagangan dan investasi bebas terbuka pada 2010 bagi negara industri dan pada 2020 bagi negara berkembang. Bogor Goals menjadi manifestasi dari ambisi negara-negara APEC bahwa perdagangan bebas terbuka merupakan cara untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Pada pertemuan APEC di Yokohama ini dilakukan assessment terhadap Bogor Goals oleh lima negara industri di APEC yang dikenal dengan 'The Five', yakni Australia, Kanada, Jepang, New Zealand, dan Amerika Serikat, serta beberapa perwakilan negara berkembang, menyatakan masih banyak yang harus dikerjakan terlebih dulu sebelum melaksanakan Bogor Goals yang di dalamnya menyepakati perdagangan bebas terbuka.

Beberapa media asing lebih ekstrim lagi menginterpretasikan kesepakatan itu. APEC dianggap gagal mewujudkan kawasan perdagangan bebas terbuka di Asia Pasifik. Padahal, rencana itu sudah disusun hampir dua dekade sebelumnya, namun kesepakatan perdagangan bebas terbuka itu malah dinyatakan sebagai rencana jangka panjang.

Dalam hasil pertemuan pemimpin negara-negara APEC terkait Bogor Goals Assessment pada Ahad (14/11) dijelaskan, upaya pencapaian Bogor Goals telah memperlihatkan hasil signifikan. Nilai perdagangan negara-negara APEC telah memberi pengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi dunia. APEC pun melansir angka untuk memperkuat klaimnya itu.

Dalam kurun 1994-2009, perdagangan negara-negara APEC dengan negara lain di dunia meningkat rata-rata 7,1 persen per tahun dengan capaian 11,4 triliun dolar AS pada 2009. Nilai perdagangan komersil di kawasan APEC juga meningkat rata-rata 7 persen, atau mencapai 4 triliun dolar AS pada 2009. Sedangkan, Inflows of foreign direct investment (FDI) di kawasan APEC meningkat 13 persen per tahun sejak 1994 and Outflows of foreign direct investment (ODI) 12,7 persen per tahun.

Presiden Tiongkok Hu Jintao seperti dikutip China Radio Internasional mengatakan Bogor Goals memiliki arti monumental bagi perkembangan APEC ke depan. Hu juga mengakui, "Tahun ini adalah batas waktu terakhir bagi anggota-anggota negara berkembang APEC untuk mewujudkan Bogor Goals," kata Hu dalam pertemuan puncak APEC, Ahad (15/11).

Namun, Hu menyadari bahwa proteksionisme telah meningkat di kawasan Asia Pasifik. Perekonomian global juga masih dibayangi ketimpangan (imbalances). Oleh karenanya, dalam pernyataan akhir para pemimpin negara APEC, konsep perdagangan bebas terbuka di Asia Pasifik bukan disebut sebagai hasil akhir, melainkan sebagai 'aspirasi yang perlu diterjemahkan lebih konkret lagi'.

Wajar jika Hu menganggap proteksionisme masih tinggi. Mudah diprediksi, pernyataan Hu itu mengarah kepada AS yang mengumumkan quantitative easing atau pengucuran dolar sebesar 600 miliar ke pasar. Dolar pun melemah, lantas membuat konsumsi produk dalam negeri AS meningkat. Ekspor AS lalu meningkat, ekonomi tumbuh, pengangguran di AS pun berkurang. Inilah proteksionisme.

Data perdagangan Departemen Keuangan AS menunjukkan, total ekspor AS pada Oktober 2010 mencapai 153,9 miliar dolar AS, jauh dari angka impor barang dan jasa yang mencapai 200,2 miliar dollar AS. Impor barang dan jasa dari Cina tumbuh 6,1 persen pada Agustus mencapai rekor sebesar 35,3 miliar dolar AS. Sementara, defisit perdagangan AS-Cina juga menyentuh angka baru sekitar 28 miliar dolar AS, ketika ekspor AS ke Cina stagnan di angka 7,3 miliar dolar AS.

Namun, APEC tetap menganggap ada progres signifikan dalam mencapai mimpi perdagangan bebas terbuka di Asia Pasifik. APEC melalui Trade Facilitation Action Plan (TFAP), mengklam berhasil menekan biaya perdagangan di Asia Pasifik sebesar 5 persen dari 2002 hingga 2006. Tambahan penurunan biaya 5 persen lagi melalui TFAP tahap dua bisa tercapai 2010 ini.

Jika target perdagangan bebas terbuka bagi negara industri APEC belum kunjung tercapai pada 2010 ini, bagaimana dengan perdagangan bebas terbuka bagi negara berkembang APEC pada 2020? Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang ikut hadir di pertemuan APEC 2010 di Yokohama ini masih optimis menjawab pertanyaan itu.

"Memang dari observasi kebersamaan kita dalam APEC ini hasilnya nyata, apakah itu peningkatan forum perdagangan, peningkatan volume perdagangan intra-APEC, kemudian penurunan tarif, peningkatan foreign direct investment, peningkatan services, itu nyata ada yang lima kali lipat, tiga kali lipat," kata Presiden selepas mengikuti pertemuan pertama APEC, Sabtu (13/11).

Presiden menegaskan, APEC masih tetap relevan di tengah banyaknya pertemuan-pertemuan ekonomi negara-negara di dunia, seperti G7 dan G20. Presiden beralasan, ketika Bogor Goals dirumuskan, perekonomian dunia masih dikendalikan oleh negara-negara maju. Dalam perjalanannya, terjadi krisis pada 1998 dan 2008, lalu muncullah emerging countries, seperti Brazil, Tiongkok, dan India.

Presiden memberi catatan, APEC bisa tetap relevan jika forum ini tidak hanya berhenti pada perdagangan dan investasi bebas terbuka saja. "Juga perlu pembangunan kapasitas, fasilitasi negara-negara berkembang harus diberikan agar juga bisa ikut tumbuh perekonomian negara berkembang itu dalam rangka APEC, kemudian juga ada isu lain, misalnya konektivitas, supaya lebih bagus logistik di kawasan ini," kata Presiden.

Ekonom senior The Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Pande Raja Silalahi, juga mengakui bahwa masih perlu banyak waktu bagi APEC dalam mewujudkan cita-citanya. "Perlu menyamakan persepsi dulu mengenai apa yang bisa dilakukan," kata Pande ketika dihubungi, Senin (15/11). Hal itu butuh waktu yang tidak lama.

"Setidaknya perlu 2-3 tahun bagi APEC," kata Pande. Meski demikian, Pande tetap berpendapat bahwa APEC masih tetap relevan di tengah banyaknya forum-forum ekonomi lain yang saat ini getol dilakukan oleh para pemimpin dunia. Menurut Pande, APEC datang lebih dulu dibanding G20, G7, dan forum-forum ekonomi lainnya. (photo courtesy: AP Photo)

26 February, 2010

Waiting Yudhoyono's Official Respond to 'Bank Century' Case

After long series of investigation held by the parliament over the 'Bank Century' case, President Susilo Bambang Yudhoyono announced on Thursday, Feb 25, that he will soon give an official respond to the case. This could be the first Yudhoyono's respond since the case occured on the late 2009. In my own word, Yudhoyono finally 'speak his mind' over this case.

"I will speak on the 'Bank Century' crisis. I plan to address the Indonesian people directly," said Yudhoyono on Plenary Cabinet Session Speech at Presidential Office, Thursday, Feb 25. All the cabinet members are there and hear what the President just explained. This will be a good story for journalist because Yudhoyono somehow never say a word about the 'Bank Century' cases.

Many political analist see the Yudhoyono's involvement on 'Bank Century' cases. Let me simplify, government decided to bail 'Bank Century' out from a sistemic failed bank. It is a reason why the government action for 'Bank Century' then called bail out. Government using 6,7 trillion IDR to bail the bank out.

The cases start to pop-up when analist told that the bail out action was improper. Government bail the bank for wrong reasons. Then, some of the parliamentary members argue that the government action to bail the bank out was a robbery. The money was used as a funding the Yudhoyono's presidential campaign on 2009 election, said unconfirmed source.

Yudhoyono surely want to make it clear. He said, as head of state, he was the most responsible person for everything that happened in the country. So, I think Yudhoyono need a moment to settle the issue, not to shake it. Official respond from Yudhoyono could be the best way to clear his name to the public.

Yudhoyono said he didn't want to be reactive about issues developing every day around the 'Bank Century' case. He didn't want to be dragged into political controversies. "I can't react to these issues every day. If I do, I will be drawn into endless controversy," he said. Well, Mr President, we wait for your speech then.

07 February, 2010

Mengenal FeedLIVE dan WinFeed


Para pelaku usaha peternakan membutuhkan campuran bahan pakan yang efesien untuk menyiasati tingginya biaya dalam membeli bahan pakan. Untuk memperoleh campuran bahan pakan yang paling efisien, diperlukan metode formulasi pakan yang paling akurat. Ternak memerlukan nutrisi (karbohidrat, lemak, protein, dan lain-lain) untuk menunjang hidupnya dan meningkatkan produk yang dihasilkan, seperti daging, susu, maupun telur. Kebutuhan nutrisi itu dipenuhi dari berbagai jenis bahan pakan (jagung, dedak padi, bungkil kedelai, dan lain-lain) yang dicampurkan menjadi satu dalam komposisi yang tepat, campuran itu disebut dengan ransum.

Ransum harus diramu dari bahan-bahan pakan agar dapat menyuplai kebutuhan nutrisi ternak sesuai dengan kebutuhan dan dengan biaya serendah mungkin. Dalam konteks ini, diperlukan metode penghitungan yang paling akurat agar diperoleh formulasi bahan pakan yang tepat. Sejumlah ahli makanan ternak telah memanfaatkan kehadiran teknologi informasi dengan menciptakan software-software yang mampu membuat formulasi bahan pakan paling akurat. FeedLIVE dan WinFeed merupakan software-software formulasi pakan yang paling populer penggunaannya di sektor peternakan.

FeedLIVE 1.5

Versi terbaru dari FeedLIVE yang tercatat dalam situs webnya adalah FeedLIVE 1.5. Software ini bukan dibuat oleh negara-negara maju seperti Amerika Serikat atau Jepang, namun dibuat oleh Thailand. Hal ini menunjukkan betapa pembangunan peternakan di Indonesia tertinggal jauh oleh negara tetangga. FeedLIVE 1.5 diperuntukkan bagi dokter hewan, konsultan peternakan, nutrisionis ternak, maupun para pelaku usaha peternakan. Aplikasi software ini sangat cocok dengan Windows 95, 98, NT, dan XP.



Keluaran (output) dari FeedLIVE 1.5 berupa formulasi bahan-bahan pakan (dalam kilogram, pon, atau ton) yang akan dicampurkan menjadi campuran bahan pakan tunggal yang disebut dengan ransum. Formulasi yang dihasilkan oleh software ini adalah formulasi dengan biaya terendah (least-cost) karena faktor harga bahan pakan turut menjadi alat analisis. Metode progam linear (linear programming) menjadi dasar bagi setiap penghitungan yang diolah oleh FeedLIVE 1.5.

Secara garis besar, langkah-langkah dalam menggunakan FeedLIVE 1.5 sangat sederhana. Setelah memilih pilihan ”formulasi pakan” pada menu utama, FeedLIVE 1.5 akan menampilkan daftar kebutuhan nutrisi dari formula yang dipilih oleh pengguna (user). Kebutuhan nutrisi ini akan berbeda untuk setiap ternak, bahkan seekor ternak yang sama pun akan berbeda kebutuhan nutrisinya, tergantung pada umur, berat badan, dan tujuan produksi. Jika ditekan klik kanan (right click) pada salah satu dari kebutuhan-kebutuhan nutrisi ini, akan muncul menu tambahan yang meminta pengguna untuk mengubah, menghapus, atau menambah kebutuhan nutrisi.

Pengguna dapat memasukkan jenis bahan-bahan pakan yang akan digunakan dalam campuran bahan pakan. Jenis bahan pakan tersebut harus lengkap dengan kandungan nutrisi yang dimiliki. Data ini penting agar FeedLIVE 1.5 mampu menghitung jumlah pakan yang dicampurkan agar dapat memenuhi kebutuhan nutrisi ternak. Pengguna harus mengikuti tahap-tahap yang diminta oleh FeedLIVE 1.5. Jika semua data telah diinput, maka langkah selanjutnya adalah menekan tombol Formulate di pop-up menu atau dengan menekan F9 pada keyboard.

Keluaran dari hasil analisis FeedLIVE 1.5 dapat disimak dengan lengkap dalam preview screen yang muncul setelah menekan tombol F9. Preview screen terdiri atas dua tabel yang berisi formulasi dari bahan-bahan pakan (dalam kilogram, pon, atau ton) yang akan dicampurkan dan kandungan nutrisi dalam campuran bahan-bahan pakan tersebut. FeedLIVE 1.5 dapat diaplikasikan untuk semua jenis ternak karena software ini memiliki basis data lengkap mengenai kebutuhan nutrisi setiap jenis ternak. FeedLIVE 1.5 juga mampu membuat formulasi pakan untuk campuran pakan dengan kapasitas (batch size) maksimal hingga 10 ton. Artinya, FeedLIVE 1.5 dapat diaplikasikan pada peternakan skala kecil hingga industri.

WinFeed 2.8

Dalam bisnis penjualan software formulasi pakan ternak, WinFeed 2.8 merupakan kompetitor utama FeedLIVE 1.5. Keduanya memiliki banyak keunggulan dalam melakukan formulasi pakan ternak. Salah satu perbedaannya adalah metode yang digunakan untuk menghitung formulasi pakan. Selain terdapat metode program linear, WinFeed 2.8 dilengkapi pula dengan metode stokastik untuk menghitung formulasi pakan paling murah berdasarkan probabilitas. Penggunaannya kompatibel dengan semua versi Windows dan Unix/Linux.



WinFeed 2.8 memiliki kemampuan melakukan formulasi dari bahan-bahan pakan yang jumlahnya tidak terbatas. Dengan kata lain, WinFeed 2.8 dapat menerima masukan (input) jenis bahan pakan dalam jumlah yang banyak untuk diformulasi dalam bentuk pakan tunggal (ransum). Jika data kandungan nutrisi bahan pakan yang akan diigunakan untuk membuat ransum tidak terdapat dalam WinFeed 2.8, maka pengguna dapat memasukkan data yang dimilikinya ke dalam basis data. Setiap basis data tersebut disimpan dalam file yang terpisah.

Keunggulan lain yang dimiliki WinFeed 2.8 adalah integrasi operasional dengan Microsoft Excel. Pengguna dapat memindahkan dengan mudah data yang ada Microsoft Excel ke WinFeed 2.8 dan sebaliknya. WinFeed 2.8 sangat cocok bagi pengguna yang menginginkan analisis ekonomi dalam formulasi pakan yang dihasilkan. Untuk melengkapi formulasi pakan hasil penghitungan, WinFeed 2.8 menyertakan pula harga marginal (marginal price), harga bayangan (shadow price), dan alat analisis ekonomi lainnya dari formulasi pakan yang dihasilkan. Oleh karena itu, pengguna WinFeed 2.8 sebagian besar adalah para pelaku usaha peternakan.

WinFeed 2.8 mampu membuat formulasi bahan pakan untuk campuran pakan dengan berat maksimal (batch size) 1.000 ton, jauh melebihi kemampuan FeedLIVE 1.5. Selain itu, WinFeed 2.8 dilengkapi dengan kemampuan untuk menghitung rata-rata dan simpangan baku dari metode stokastik. Keluaran (output) hasil perhitungan WinFeed 2.8 hampir sama dengan FeedLIVE 1.5, yaitu berupa jumlah (dalam kilogram, pon, atau ton) dari bahan-bahan pakan yang perlu dicampurkan untuk membentuk campuran bahan pakan tunggal (ransum). Namun, WinFeed 2.8 dapat menampilkan keluaran dalam diagram batang (bar chart) dan lingkaran (pie chart).

Formulasi bahan pakan menggunakan software hanyalah sebuah alat untuk mendapatkan formulasi terbaik dalam memperoleh campuran bahan pakan tunggal (ransum). Kualitas ransum hasil formulasi bahan pakan tetap harus memenuhi standar kualitas makanan yang baik. Artinya, bahan-bahan pakan penyusun ransum haruslah aman bagi ternak, mudah diperoleh, dan biayanya murah. Melalui langkah ini diharapkan produktivitas di Indonesia dapat meningkat secara signifikan.

10 December, 2009

Jemaah Haji di Ruang Psikiatri




Ruangan di sudut lantai basement Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPIH), Makkah, tampak berbeda dibanding ruang perawatan lain. Pintu masuk menuju ruangan itu menggunakan terali besi. Di atas pintu itu terdapat papan tipis bertuliskan 'Ruang Psikiatri'.

Orang sembarangan tak bisa masuk. Pintu masuk ruangan psikiatri ini lebih sering terkunci. Hanya dokter, perawat, dan keluarga pasien saja yang bisa masuk. Namun, malam itu, Jumat (20/11), Kepala Bagian Psikiatri, dr Amienuddin, mengizinkan beberapa orang untuk masuk melihat kondisi beberapa pasien.

Sebut saja Ahmad, jamaah haji asal Maluku Utara, dia sudah tiga hari berada di Ruang Psikiatri BPIH. Penampilan dia tidak seperti jemaah haji lain yang selalu berpeci atau bersorban. Lelaki yang usianya sudah berkepala enam ini menggunakan kaos berkerah dan berkacamata hitam.

Dia sesekali berbicara menggunakan bahasa daerahnya. "Ketika datang ke sini, ngomong-nya sudah tidak nyambung," kata Amien. Ahmad ditemani oleh istrinya dan saudara perempuannya. Di saat jemaah lain berlomba memperbanyak shalat dan tawaf di Masjidil Haram, Ahmad harus berada di Ruang Psikiatri.

Melongok lebih jauh ke dalam, Ruangan Psikiatri ini memiliki ruangan-ruangan kecil lain. Amien membuka satu ruangan, namun pintu itu sulit dibuka, seperti ada yang mengganjal. "Jangan duduk di situ ya, coba pindah ke tempat tidur," kata Amien kepada pasien perempuan yang duduk di belakang pintu.

Pemandangan sedikit menyedihkan ada di ruangan lainnya. Dua orang pasien pria dewasa terbaring di lantai. Kemudian, tangan kanannya terikat pada ranjang yang terbuat dari besi. "Kalau tidak diikat suka mengamuk dan menendang-nendang," kata Amien.

Jumlah jemaah haji yang dirawat di Ruang Psikiatri ini berjumlah 15 orang. "Semuanya memang sudah ada gejala sejak dari Tanah Air," ujar Amien. Bahkan, kata dia, sudah ada jemaah yang mendapat perawatan ketika berada di Indonesia sebelum berangkat ke Arab Saudi.

Saat ini, tim dokter dan perawat di Bagian Psikiatri BPIH ini terus memberi pengobatan dan perawatan bagi para pasien untuk waktu yang belum ditentukan. Padahal, pelaksanaan puncak haji berupa wukuf di Arafah tinggal hitungan hari lagi. Hingga Jumat (20/11), sudah ada 150 jemaah haji Indonesia yang disafariwukufkan

Total seluruh pasien yang ada di BPIH ini 86 pasien. "Sebagian besar pasien berusia lebih dari 60 tahun," kata staf dokter Bidang Pelayanan Medis BPIH, dr Anita Rosari. Penyakit yang paling banyak diderita pasien adalah penyakit jantung dan saluran pernafasan.

"Ada pula jemaah haji yang kelelahan," kata Anita. Dia menyarankan, jemaah haji harus banyak minum dan mengonsumsi buah-buahan sebagai asupan vitamin. Selain itu, jemah haji juga disarankan menjaga stamina selama di Tanah Suci.

BPIH kini mulai menempati gedung baru yang memiliki empat lantai di pinggiran Makkah. Tempat tersebut layaknya rumah sakit. Di dalamnya bertugas 13 orang dokter dan 46 perawat. BPIH sudah beroperasi aktif sejak kira-kira satu bulan lalu dan akan berakhir pada awal Januari 2010 mendatang.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Departemen Agama, Slamet Riyanto, mengatakan, secara keseluruhan ada 151 jemaah haji Indonesia yang dirawat di sejumlah rumah sakit di Arab Saudi. "Sebagian besar menderita penyakit bawaan Indonesia," kata Slamet.

Di samping itu, satu jemaah atas nama Minasih binti Warya (68) menjadi korban kecelakaan lalu lintas, sehingga mengalami patah tulang dan gegar otak. Lalu, Iyet Suryanti binti Pakih (33) melahirkan bayi cesar. Keduanya dirawat di RS King Fadh Madinah.

21 October, 2009

Gempa dan Bung Hatta


Ruangan berukuran 16 meter persegi itu nyaris roboh. Lapisan temboknya sudah terkelupas, hanya terlihat susunan batu bata merah berusia tua. Keempat dinding tembok yang mengelilingi ruangan itu tidak lagi tegak, seakan tidak lagi mampu menopang atap.

Di bagian atas hanya terlihat genteng yang disangga kayu-kayu yang nyaris patah. Hembusan angin pun bisa membuat genteng-genteng itu ambruk. Meski tembok hampir roboh, namun papan tulis masih terpasang. Di lantai masih tersusun meja dan kursi dari kayu, tapi sudah tertutup debu tebal.

Ya, ruangan itu adalah ruang kelas. Tepatnya ruang kelas 9A SMP Negeri 1 Padang Jl Jend Soedirman, Kota Padang. Ruangan berarsitektur Belanda ini bukan sembarang ruang kelas. Hampir satu abad lalu, Bapak Proklamator, Mohammad Hatta, duduk di salah satu kursi kelas tersebut sebagai salah satu siswanya. Dimulai dari ruangan kecil itulah, Hatta terus bersekolah hingga ke Negeri Belanda.

Ruangan kelas Bung Hatta hancur digoyang gempa 7,6 Skala Richter pada Rabu (30/9) petang. Tak hanya ruangan kelas sang Bapak Koperasi itu saja, namun hampir seluruh kelas di SMP Negeri 1 Padang ini rusak dan tidak bisa digunakan lagi sebagai tempat belajar. Namun, pemerintah setempat tetap mewajibkan kegiatan belajar mengajar harus dimulai pada Senin (5/10).

Pagi itu, tepat pukul 07.30 WIB, sesuai jadwal yang ditetapkan pemerintah, siswa SMP Negeri 1 Padang berkumpul di sekolahnya. Seolah tidak ingin memalukan nama besar Bung Hatta, hampir semua siswa menunjukkan semangat belajar meski hati masih sedih dan trauma akibat gempa. Mengenakan seragam putih biru, satu per satu siswa menyalami guru-guru dan kepala sekolah.

Inilah kali pertama mereka bersua setelah gempa melanda Sumatera Barat. Beberapa siswa dan guru tampak meneteskan air mata. "Hari ini rencananya kami akan berkumpul dengan para siswa untuk menjelaskan kondisi sekolah, sekaligus memberikan bimbingan konseling dan agama bagi para siswa agar tidak trauma," kata Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Padang, Ahmad Nurben, kepada Republika, Senin (5/10) pagi.

Menurut Nurben, sebelas dari 21 ruang kelas di sekolahnya tidak bisa digunakan. Menurut dia, bangunan SMP Negeri 1 Padang merupakan bangunan cagar budaya yang tergolong dilarang untuk dipugar. Namun, bagian bangunan lain merupakan gedung baru. Ruang kelas yang rusak berada di gedung tua yang sudah berusia ratusan tahun.

"Sudah ada petugas dari Dinas Pekerjaan Umum yang meninjau, tapi tidak menjelaskan apakah kelas-kelas ini bisa dipakai," ujar Nurben sambil menunjuk ruang kelas yang rusak. Berdasarkan kondisi fisik, hanya sebelas ruang yang bisa digunakan. Pihak sekolah, kata dia, harus meyakinkan para siswa untuk berani masuk ke dalam kelas agar kegiatan belajar mengajar bisa berjalan.

Dalam kondisi normal, jam belajar di SMP Negeri 1 Padang ini dimulai pada pukul 07.00 hingga 16.00 WIB. "Dengan kondisi ruang kelas yang terbatas, kami rencananya membagi jam belajar menjadi dua bagian, yakni O7.00-12.30 WIB dan 13.30-18.00 WIB. Di sekolah rintisan bertaraf internasional ini terdapat 118 siswa, hampir 80 persen hadir di hari pertama sekolah pascagempa.

"Kami ingin ada ahli konstruksi datang ke mari untuk memastikan bahwa bangunan ini aman, karena itulah yang bisa meyakinkan siswa," kata Nurben. Dia juga mengetuk hati para alumni SMP Negeri 1 Padang untuk memberikan kontribusi. Maklum, sekolah ini merupakan penghasil cendikiawan dari Padang, Irwan Prayitno dan Azwar Anas. Menurut Nurben, bangunan sekolah harus dipertahankan karena merupakan bagian dari sejarah bangsa.

Salah seorang anak Bung Hatta yang kini menjadi menteri, Meutia Hatta, sempat dikabarkan akan mengunjungi sekolah ini sebelum gempa melanda. Namun, rencana itu tak terdengar lagi. Satu siswa SMP Negeri 1 Padang dinyatakan tewas akibat gempa ketika berada di gedung Lembaga Bimbingan Belajar Gama, sedangkan satu guru juga meninggal ketika memberikan les di Lembaga Bahasa Asing LIA.

Safwan, orang tua siswa SMP Negeri 1 Padang kelas 7A bernama, Permatayesa Ulgania, mengatakan, dia sengaja mengantar anaknya ke sekolah karena tidak yakin akan berlangsung kegiatan belajar mengajar. "Saya khawatir jika tetap belajar, bangunan hampir roboh," kata Safwan. Dia pun memutuskan untuk menunggu anak keduanya itu hingga pulang. Di Kota Padang terdapat 75 SMP, 37 di antaranya berstatus negeri. Hampir seluruh bangunan sekolah terkena dampak gempa.

Begitu pula kondisi bangunan SMA di Kota Padang. Bahkan, SMA PGRI 1 Padang memutuskan untuk meniadakan kegiatan belajar mengajar dengan alasan keselamatan. Lagipula, hanya 30 orang siswa yang bersekolah pada Senin (5/10). Sedangkan, 570 siswa sisanya tidak hadir. "Hari ini kami hanya apel saja, menjelaskan kondisi sekolah kepada siswa," kata guru SMA PGRI 1 Padang, Rusli Thalib.

Tidak jauh dari SMA PGRI 1 Padang, terdapat bangunan SMA Negeri 1 Padang juga sebagian besar kelasnya hancur. Namun, pihak sekolah bertekad untuk menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar. SMA Negeri 1 Padang merupakan salah satu sekolah yang terkena dampak gempa terparah. Dari 24 ruang kelas, hanya empat ruang kelas yang bisa dipakai.

"Sesuai instruksi pemerintah, hari ini (Senin, 5/10) siswa harus mulai belajar," kata Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Padang, Jufril Siri, usai memberi pengarahan kepada seluruh siswanya. Sekolah ini memiliki 775 siswa yang harus tetap belajar. Menurut Jufril, pihaknya membutuhkan enam tenda untuk menggantikan kelas yang rusak.

Namun, tenda yang tersedia di SMA Negeri 1 Padang hanya satu, yakni bantuan dari Unicef. "Belajar itu penting karena merupakan salah satu terapi untuk menghilangkan trauma siswa," kata Jufril. SMA Negeri 1 Padang juga merupakan almamater sejumlah pejabat, di antaranya Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi dan Dirut PT Semen Padang Endang Irzang.

Salah seorang siswa SMA Negeri 1 Padang, Yogie Prakoso, mengaku tetap ingin belajar dalam kondisi apapun. "Ingin tetap belajar. Biar di dalam tenda tapi tetap belajar," kata Yogie. Dia mengaku sedih dengan gempa yang melanda tempat tinggalnya, namun hal itu tidak membuat Yogie surut semangatnya untuk belajar. Di SMA Negeri 1 Padang, satu siswa meninggal tertimpa reruntuhan di rumahnya dan satu staf tata usaha bernasib serupa.

Di Kota Pariaman, siswa sekolah juga belum bisa melakukan kegiatan belajar. Siswa SMP Negeri 1 Pariaman sudah datang ke sekolahnya sejak pagi, namun niat belajar terpaksa pupus karena kondisi sekolah benar-benar hancur. Mereka terpaksa kembali ke rumah masing-masing, padahal mereka telah berseragam lengkap dan membawa alat tulis. Pihak sekolah belum menerima tenda sebagai lokasi tempat belajar sementara.

Sekolah-sekolah di Ranah Minang ini boleh saja hancur, namun terbukti bahwa orang Minang memiliki semangat belajar yang tinggi. Wajar jika banyak pemimpin, cendikiawan, hingga penyair yang lahir di tanah ini, sebut saja Buya Hamka dan M Hatta. Guru dan siswa sekolah berharap bantuan segera datang, sekolah diperbaiki, dan kegiatan belajar pun bisa dimulai. Semoga. n ikh

27 August, 2009

Indonesia's Election: A Brief Comparison

As a journalist who write a lot about election in Indonesia, I'm not really interest in observing elections in other contries until my associate describe about election in Afghanistan, a country in the middle of nowhere which I don't have a clue to locate it on the map, maybe somewhere around Pakistan or Kazakhstan.

War and conflict are two things that cross in my mind when I heard about Afghanistan. Amazingly, according to my associate who observed the election directly in the area, this ex-Soviet country run a well-managed elections. My curiousity come to a start. I begin to dig informations about it, then I'm hunger for more.

I'm not satisfied with books I've read about Afghanistan election. So, I'm ended up in Wikipedia. This free-encyclopedia nakedly describe about Afghanistan election. Many things pounding in my head. Unconsciously, I made a comparison with the election in Indonesia, including basic principles, techniques, methodes, etc.

I'm new in reporting election. Started a first step in journalistic activities at Indonesia's General Elections Commission in January 2009. It was not easy at the first week, but many journalist friends are kind and settled things up. I move along, day by day. Then I learned so many things about Indonesian election, something that far with my educational background, animal science.

Long-story shorted. A comparison between Afghanistan dan Indonesian election showed which one more perfect than the other. I'm arrived in a conclusion that we need to learn harder as democratic country. A lot of countries held a better elections than ours, including Afghanistan. The description below will show you why we've to learn how to run election to Afghanistan.

Forty-four candidates registered for the Afghanistan's presidential election, with the Independent Election Commmission of Afghanistan (IEC) announcing its official preliminary list of registered candidates on May 17, 2009. Three candidates withdrew from the race before the election took place, having thrown their support behind one of the top two contenders.

Security concerns prevented Afghan's presidential candidates from campaigning in most of the provinces, and candidates running for provincial councils were under constant threat wherever they went. 12 out of Afghanistan's 34 provinces remained classified as "high risk" by the Afghan Ministry of Interior casting into doubt the ability of over one-third of the country to participate in the elections.

It showed how rush the conflict-atmosphere during election. But, in my perspective, Afghan peoples somehow able to managed conflict in order to prevent harsh effects in the election. In the other words, conflict only happened in the surface of the local politic environment. No records about cheating or manipulating election result. If there was, maybe its not really significant.

While in Indonesia, a-so called-democratic election ruined by catasthropic vote-manipulating. There was no bloody conflict during legislative and presidential election around the islands. It means, the surface was clean, but in the inside there was a dirty agenda which Indonesian election observers couldn't reach. The main actors also remain untouchable.

Indonesia's Constitutional Court mentioned that General Elections Commissions seems unprofessional in doing their tasks. As a matter of fact, the Court ordered the Commission to held vote-recount in several districts as a result of miscounting and lack of documents that contain vote recapitulation summaries.

Constitutional Court ex-judge, Jimly Ashiddieqy, told me on a private conversation, 2009 election is the worst election in Indonesia's history. Even the first election in 1955 is more better than now. But, Jimly still optimist that 2009 election is the last election of the transition era. And the next elections will be far better.

Well, let me simplify, Indonesia need to learn how to be honest in run an election. Politicians must consider the election as a fair game. Election not only about the result, but also the process in it. Afghan peoples have tried the best even when they can't. So why haven't we?